PANDUAN IMAN SOREN KIEKEGARD
T. Muhammad Jafar Sulaiman
Satu pesan penting dari Kiekegard kepada manusia adalah : "ubah kecemasan hidupmu menjadi kehebatanmu".
Soren Aabye Kiekegard (Denmark, 5 Mei 1813 - 11 November 1855) adalah guru bagi Jean Paul Sartre, Albert Camus dan Martin Heidegger dalam perkara eksistensialisme. Laki - laki yang tidak pernah menikah ini dinobatkan sebagai Bapak eksistensialisme dunia.
Salah satu tagline, slogan dan ajaran paling penting eksistensialisme bagi makhluk hidup adalah : "jadilah diri authentic (diri sendiri), jangan jadi kerumunan"..
Objek bahasan Kiekegard yaitu kecemasan, pilihan, kebebasan dan iman menjadi rujukan bagi filosof - filosof besar eksistensial kemudian hari. Salah satu filsafat yang terkenal dari Kiekegard adalah "Kecemasan eksistensial". Uraian mengenai Kecemasan ini merupakan pengalaman kebatinan Kiekegard atas kondisi yang dialami ayahnya yang mengalami kegelisahan secara spiriual yang kemudian sangat memengaruhi kehidupan dan pemikiran Kiekegard.
![]() |
| Source : Meta AI |
Kiekegard tumbuh sebagai anak yang memikirkan masalah - masalah besar melampaui usianya. Ia mengembangkan filsafat yang sangat pribadi dan unik yang sangat berbeda dari arus utama filsafat Eropa saat itu yang fokus pada rasionalitas dan logika. Bagi Kiekegard, pengalaman manusia terutama yang berkaitan dengan iman tidak dapat direduksi hanya menjadi logika dan ilmu pengetahuan saja.
Filsafat " kecemasan eksistensial" Kiekegard adalah perasaan tidak nyaman yang muncul pada saat seseorang dihadapkan pada kebebasan untuk memilih. Kebebasan bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana, tetapi sebaliknya kebebasan itu membawa Tanggung jawab, yang dengan tanggung jawab tersebut muncul kecemasan yang mendalam.
Kiekegard percaya bahwa kecemasan adalah bagian yang tidak terpisahkan dar eksistensialisme manusia. Setiap kali manusia dihadapkan pada pilihan, manusia merasakan beban dari kebebasan tersebut. Kita tahu bahwa setiap keputusan yang kita buat memiliki konsekuensi dan kita sering tidak tahu apakah pilihan itu tepat, ini menciptakan kecemasan mendalam dan kecemasan mendalam adalah bagian dari apa artinya menjadi manusia.
Dalam buku nya " The Concept of Anxiety" Kiekegard menjelaskan bahwa kecemasan adalah kesadaran akan kemungkinan, bukan hanya ketakutan terhadap hal - hal yang spesifik. Tetapi merupakan ketakutan terhadap ketidak pastian masa depan dan kebebasan untuk memilih jalan hidup. Menurut kiekegard kecemasan ini tidak akan mungkin dihindari dan satu-satunya cara menghadapinya adalan menerima kebebasan kita dan membuat pilihan dengan penuh tanggung jawab.
Ketika seseorang dihadapkan pada kecemasan eksistensial, manusia dihadapkan pada dua pilihan mereka bisa mencoba menghindari kebebasan mereka dan hidup dalam rutinitas atau mereka bisa menerima kebebasan mereka dengan segala resiko dan konsekuensinya
Menerima kebebasan berarti melakukan lompatan iman (Leap of Faith) . Lompatan iman adalah tindakan menyerahkan.diri kepada ketidak pastian dan absurditas dunia ini.
Lompatan Iman (Leap of Faith)
Bagi Kiekegard iman adalah tindakan yang melampaui akal sehat dan logika. Iman adalah keputusan untuk percaya sekalipun tidak ada jaminan atau kepastian. Namun lompahan iman ini bukanlah keyakinan buta, iman adalah tindakan personal dan penuh dengn ketegangan batin.
Dalam bukunya " Fear and Trambling" (1843) Kiekegard menggunakan kisah nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk mengorbankan putra nya sebagai contoh lompatan iman yang ekstrem. Menurut Kiekegard perintah Tuhan tampak tidak masuk akal tetapi Ibrahim tetap memilih untuk taat.dengan iman yang tidak tergoyahkan.
Dalam ajaran filsafatnya, Soren Kiekegard menyusun tiga tahap ekssitensi yang dapt dialami manusia : tahap estetis, tahap etis dan tahap religius
Tahap estetis, tahapan.dimana manusia mencari kenikmatan dan pengalaman yang memuaskan secara Indrawi. Hidup estetis didominasi oleh pengejaran kesenangan baik dalam bentuk seni, cinta , petualangan. Bagi Kiekegard hidup ditahap.ini akan mengarah pada kebosanan dan keputusasaan karena kenikmatan tidak pernah bisa memberikan makna hakiki, yang mendalam dan abadi. Kiekegrd mencontohkan kehdupan Don Juan sebagai contoh representatif dari tahap estetis ini
Tahap Etis adalah ketika seseorang menyadari kekosongan dalam hidup estetis, mereka mungkin pindah ketahap etis. Ditahap ini individu mulai melihat nilai dalam tanggung jawab moral. Hidup estetis melibatkan pengabdian kepada orang lain dan tanggung jawab untuk membuat pilihan yang sesuai dengan prinsip moral. Contoh kehidupan etis dapat dilihat pada kesetiaan terhadap pernikahan, kesetiaa pada pekerjaan dan Tanggung jawab sosial.masyarakat. Namun Kiekegard menilai bahwa tahap etis ini juga memiliki keterbabatasan karena belum bisa memberikan makna sebenarnya yang memuaskan dan sejati.
Tapap Religius. Tahap ini adalah tahap tertinggi dari eksistensi manusia. Disini seseorang menyadari bahwa etika dan moralitas tidkk cukup untuk memberikan makna sejati. Tahapa religius melibatkan hubungan pribadi dengan Tuhan dan kesediaan untuk mengambil lompatan iman, tahap ini adalah tahap yang menuntut pengorbanan diri dan keyakinan penuh terhadap Tuhan. Bahkan ketika sesuatu tampak irrasional.
