AGAK LAEN MEMANG : HUMOR DAN AKHIR YANG TIDAK BIASA
T. Muhammad Jafar Sulaiman
Ketika Film tayang, di awal.sekali, tawa penonton sudah pecah saat muncul tulisan "Yamakarta", yang terpampang jelas dibelakang "Aryo Wahab" (Komandan Ario), "Reserse Kriminal Kepolisian Yamakarta", redaksi lengkap tulisan itu. Yamakarta lansung diasumsikan Jakarta yang tidak mungkin ditulis sebagai Jakarta.
Yamakarta adalah sebuah kota fiktif tempat latar cerita dimulainya film yang sudah ditonton lebih dari 10, 9 juta orang ini, Film.Agak Laen 2 - Menyala Pantiku yang telah tayang di bioskop sejak 27 November 2025 berhasil menembus 2 juta penonton hanya dalam tiga hari pemutaran perdannya, menjadikannya salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa dan hampir menyalip rekor Avengers: Endgame, pencapaian tersebut diraih sekitar akhir Januari hingga awal Februari 2026 setelah tayang sekitar 2 bulan.
Kalimat diatas adalah catatan pembuka dari Film "Agak Laen - Menyala Pantiku". Film ini menjadi pilihan untuk ditonton ketika singgah di Medan dalam perjalanan pulang dari Prapat, Sumatera Utara menuju Banda Aceh, sebelum pulang ke Aceh, mumpung sudah diMedan, maka sempatkanlah menonton, begitu bunyi hukum kesempatannya. Bagi orang Aceh, Medan adalah surga karena surga menyediakan yang tidak ada, dan yang tidak ada di Aceh itu adalah Bioskop, maka bioskop adalah surga. Di Surga, yang haram juga menjadi halal, di Aceh, Bioskop haram, di Medan bioskop halal, maka Medan adalah Surga.
Sebenarnya ada satu film lagi yang ingin kami tonton yaitu "Shelter" yang dibintangi "Jason Statham,", namun karena secara waktu tidak memungkinkan, akhirnya kami memilih film agak Laen.
*******
Film ini sangat menarik, sangat Indonesia sekali, Karena diramu dengan lengkap antara Humor, profesionalitas pekerjaan dan Tanggung jawab pekerjaan berarsiran dengan realitas keseharian Indonesia yaitu persahabatan dalam segala situasi, etno nasionalisme : Batak, Timur Indonesia dan Jawa, semuanya dikumpulkan disebuah tempat yaitu Panti jompo dengan tujuan menyampaikan pesan bahwa persoalan lansia adalah persoalan yang selama ini kerap dilupakan Bangsa Indonesia sehingga harus ditampilkan dalam sebuah sinema.
Film ini juga berhasil mentransformasikan Genre Film Indonesia dari komedi horor ke komedi investigatif.
Selain dihidupkan oleh 4 komika keren Indonesia (Bene, Boris,Jegel, Oki), film ini semakin sempurna tampilannya dengan hadirnya Gita Bhebhita (Linda Rajagukguk), dengan logat dan verbal "Medan Aslinya, khas dan Kental".
Kekhasaannya ini dimulai ketika Linda mewawancarai 3 orang yang melamar pekerjaan di Panti Jomponya Linda Rajagukguk, point paling menarik ada di wawancara pelamar kedua dengan kata- kata : "kalau kau pintar, kau tokoh-tokohin aku, njawab ko nanti, sekali kutanya, banyak jawaban ko" dan puncaknya adalah pada "wawancara pelamar ke 3", ketika linda Rajagukguk menggunakan indra penciumannya dan mengatakan "Bau Anjing ini, iya bau anjing ini, kental baunya ini...", scene ini renyah sekali ditengah keadaan bangsa yang kering candaan kesejahteraannya.
*******
Scene yang paling spektakuler adalah ketika empat detektif ini harus menyamar sebagai pekerja dan harus bisa bekerja dipanti Asuhan yang diasuh Linda Rajagukguk, dimana Bene dan Jegel berhasil diterima duluan setelah mereka bertemu lansung dengan Linda, mereka diterima dengan membawa sentimen Batak dan kutipan beberapa ayat inijil yang disampaikan Bone, pemilik panti luluh dan mereka diterima dan mereka diterima setelah menyamar sebagai pasutri lansia yang wajah dan tampilannya dibuat sangat mirip dengan kedua orang tua Linda Rajagukguk sang pemilik panti, Linda pun luluh untuk kedua kalinya, merekapun diterima sebagai penghuni panti.
Diterimanya Bene dan Jegel, tentu membuat emosi Oki dan Boris, mereka terlibat diskusi alot dan tegang, apalagi dengan ide yang disampaikan Jegel. Ini lah Scene paling puncak, ketika Jegel menyampaikan ide agar Oki dan Boris menyamar sebagai penghuni dipanti tersebut, artinya mereka harus menyamar sebagai lansia dan harus lansia suami istri, keduanya menolak keras ide tersebut, namun akhirnya mereka tidak bisa menolak dan harus menerima ide menyamar sebagai lansia penghuni panti, dengan berat Oki menerima penyamaran sebagai istri lansia dan Boris sebagai Suami lansia. Ke empat detektif ini akhirnya diterima dipanti
Banyak yang menyimpulkan bahwa Film Agak Laen ini akan menjadi Kiblat, Rule Model dan rujukan Film Indonesia kedepan dengan tampilnya para komika sebagai pemeran utama, Film Indonesia berubah dari tampilnya perempuan - perempuan seksi yang menghasi layar Film, bergantinya dengan hadirnya para komika yang tampil dikeseluruhan jalan cerita
Saya pribadi berharap cerita film ini lebih rumit, lebih sukar ditebak, lebih menggigit dan lebih menegangkan dalam penyamaran yang dilakukan 4 detektif polisi dipanti Jompo untuk mengungkap kasus pembunuhan yang terduga pembunuhnya bersembunyi dipanti. Tetapi terlepas dari segala kekurangan film ini, dia sukses membangun emosional penonton, berhasil menggabungkan Humor, Jokes, pesan moral, realitas kehidupan yang sedang dialami manusia saat ini menjadi satu pesan penting bahwa tidak ada persoalan hidup yang tidak selesai dan tidak berakhir dan ketika segala persoalan sedang berada dipuncak - puncaknya, Humor, sendal gurau dan persahabatan sejati dan pengabdian pada kebaikan adalah pengurai dan penyelesaian segala puncak persoalan manusia.
*******
Akhir Yang Tidak Biasa
Sekuel pesan moral ini ada pada ketika Gia (Istri Boris) yang akhirnya bercerai memutuskan berangkat ke Malaysia untuk bekerja dan membawa anaknya ikut serta, Boris tidak setuju, namun dia tidak bisa berbuat banyak hingga sampai akhirnya pelaku pembunuhan terungkap, pelakunya adalah "Koh Acim". Namun ketika di interogasi oleh 4 detektif agak Laen, "Koh Acim" tidak mengakui bahwa dialah pembunuh, sehingga Oki dan Boris membuka penyamaran mereka sebagai pasutri dan menyampaikan bahwa mereka sebenarnya adalah polisi yang selama ini menyamar, karena berada dibawah tekanan berat, Koh acim pun sakit berat dan harus dirawat dirumah sakit.
Penyamaran empat geng ini pun terbongkar sebelum waktunya, hasilnya mereka.dipecat dan Komandan Ario dimutasi.
Koh Acim kemudian mengakui bahwa dialah pembunuh ketika berada dirumah sakit, pengakuan itu disampaikan kepada Jegel yang datang membesuknya. Namun tindakan pembunuhan itu dilakukan Koh Acim untuk membela diri, ketika koh acim menolak "uang sogokan" dalam jumlah yang banyak sekali yang diberikan pelaku agar tidak menuntut pembunuhan terhadap anak perempuannya, sehingga pelaku marah dan mencoba membunuh "Koh Acim" dan justru pelaku lah yang terbunuh oleh Koh Acim. Uang sogokan itu disembunyikan oleh Koh Acim dengan cara ditanam dan peta lokasi tempat uang itu diberikan kepada Jegel, saat itu kondisi Koh acim memerlukan operasi segera dengan biaya sangat besar
Berdasarkan peta yang diberikan Koh Acim, uang yang ditanam tersebut lokasinya persis berada didepan pintu masuk sebuah Masjid. Keempat geng yang sudah dipecat dari kepolisian inipun menyamar lagi dan mereka pun masing -masing mencari kostum muslim untuk menyamar masuk ke Masjid.
Oki dan Jegel pun duluan berada dalam Masjid dengan kostum muslim mereka, Boris dan Bene lama sekali datang kelokasi, Oki dan Jegel menunggu dengan sangat khawatir. Akhirnya merekapun datang, namun Oki dan Jegel pun pasrah dan dibuat pusing karena kostum yang dipakai Boris adalah kostum seorang ulama besar, dengan sorban, selendang dan baju gamis putih dan kostum yng dipakai Bene adalah blangkon, baju koko ala Gus Miftah. Jamaah Masjid pun heboh, dan mereka pun dipersilahkan masuk ke masjid disambut rebana dsn salawatan, Bene yang notabenemya Katolik tidak bisa berbuat banyak ketika Bene dipersilahkan memberikan ceramah,, suasana hening sejenak, ...lalu tiba - tiba Bene berkata : " Babi itu Haram, ..jangan dimakan ya",....Scene ini adalan penutup paling heboh dari film berdurasi satu jam ini.
Sekuel dengan atribut agama ini menarik sekali, sutradara, melalui adegan berhasil masuk dengan soft dan damai keruang yang selama ini sangat tegang dan sangat bermasalah di Indonesia, yaitu ruang relasi agama. Semuanya bisa dirubah menjadi humor berkelas dan pesan kebaikan pun tersampaikan ke publik tanpa mengganggu relasi dan interaksi antar agama.
Misi terakhir mereka adalah menggali uang itu, setelah uang didapat, mereka memutuskan untuk menggunakan uang itu untuk biaya operasi Koh Acim dan sisa akan dibagi untuk mereka berempat. Ketika uang dibawa ke Koh Acim dan mereka menyampaikan rencana mereka operasi Koh Acim menggunakan uang ini, namun tiba-tiba Koh Acim meninggal.
Merekapun memutuskan uang itu dibagi empat namun terakhir mereka sampai pada kesimpulan tidak berhak menerima uang tersebut dan diputuskan uang itu diberikan ke panti jompo.
Ini menjadi akhir yang tidak biasa. bahwa boris, oki, jegel dan bene memberikan uang tersebut untuk panti dan merekapun memilih untuk bekerja dan mengabdi dipanti tersebut padahal uang tersebut sangat besar sekali jika mereka bagi berempat dan akhir yang tidak biasa lainnya adalah ketika Gia istri Boris tidak jadi berangkat ke Malaysia dan memilih menjadi karyawan dipanti tersebut sebagai juru masak, semuanya kembali berkumpul dipanti yang Menyala tersebut.
Kedepan, melalui film atau gerakan kebudayaan lainnya, Batak dan Timur Indonesia memang akan
menjadi bahasa, narasi, interaksi dan perbincangam yang akan mengisi semua ruang-ruang publik Indonesia, akan mayoritas secara bahasa dan narasi, bukan secara populas dan statistik, karena populasi dan statistik suku mayoritas dan suku minoritas akan segera lenyap dari Indonesia. Batak dan Timur Indonesia kepatutan untuk berada di tahta Singgasana bahasa manusia di Indonesia karena kedua budaya Bangsa Indonesia ini hidup dengan Humor, candaan, kekerabatan, persahabatan dan kebebasan yang tidak dipunyai daerah lain. Disana, Jawa akan menjadi biasa - biasa saja. Selama ini, Indonesia sudah sangat Jawa sekali, nanti semunya sedang berganti, karena manusia itu hidup bukan dari mayoritas dan minoritas tetapi dari keaslian sebagai manusia dan keaslian itu adalah menjadi manusia saja dan yang lainnya hanyalah lekatan saja (Agama, suku, bahasa, dan lainnya).
Selamat Menikmati
Medan, 15 Februari 2026

